Busana formal dan pesta umumnya menggunakan bahan khusus untuk mencapai kesan elegan. Salah satu kain yang sering dipilih untuk pakaian formal adalah brokat. Sebelum membeli pakaian dengan brokat tile, penting untuk memahami karakteristiknya agar Anda dapat membuat keputusan yang lebih meyakinkan.
Apa Itu Kain Brokat?
Kata “brokat” berasal dari bahasa Italia, yaitu “broccato” yang berarti “kain disulam” atau dari bahasa Latin “brocarre” yang berarti “kain ditusuk”. Jenis kain ini umumnya dihasilkan melalui teknik sulam untuk menciptakan pola rumit seperti bunga atau elemen alam.
Ciri khas bahan brokat mencakup kesan mewah dan elegan, variasi motif dan warna yang beragam, ketahanan terhadap kusut, dan tekstur agak kasar serta sedikit transparan, sering digunakan sebagai lapisan luar pakaian.
Bahan brokat tile dan sejenisnya sering dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai item fashion seperti gaun pesta, kebaya, baju bodo, gamis, tunik, blus, rok, outer, serta pouch, tote bag, dan masker wajah.
Mengenal Aneka Jenis Brokat
Beragam jenis bahan brokat yang populer dan diminati meliputi:
- Brokat Prada: Dikenal sebagai varian paling mahal, dengan motif yang mencolok, biasanya terdiri dari maksimal tiga warna.
- Brokat Perancis: Memiliki tekstur rapat, tidak memerlukan lapisan dalam saat digunakan sebagai bahan pakaian.
- Brokat Semi Perancis: Lebih kaku dan memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan brokat Perancis.
- Brokat Jepang: Dikarakteristikan oleh motif bunga kecil yang simpel dan elegan.
- Brokat Varanasi: Terbuat dari sutra berwarna yang dipadukan dengan benang emas, menghasilkan desain flora dengan warna yang hidup.
- Brokat Awan Nanking: Desain yang anggun menyerupai awan, dengan tekstur tipis yang memerlukan lapisan dalam.
- Brokat Cornelli: Jenis brokat ini memiliki bobot yang berat, namun kelebihannya terletak pada bordiran rapat yang memberikan tekstur halus dan lembut.
Cara Merawat Pakaian dari Bahan Brokat
Sekarang, perawatan pakaian berbahan brokat tidak lagi menjadi tantangan jika Anda memahami beberapa petunjuk berikut ini. Hindari mencuci pakaian brokat terlalu sering agar teksturnya tetap terjaga. Setelah digunakan, cukup angin-anginkan sebentar sebelum disimpan. Selain itu, pisahkan pakaian brokat berdasarkan jenis bahan dan warna saat penyimpanan.
Untuk mencuci, disarankan menggunakan tangan daripada mesin cuci agar tekstur brokat tidak berubah. Lakukan perendaman selama 10 menit dengan air dan detergen cair, lalu lanjutkan proses pencucian biasa. Pakaian brokat yang sudah kering tidak perlu disetrika, sebaiknya dilipat daripada digantung untuk mencegah perubahan tekstur yang tidak diinginkan.